PERENCANAAN ARENA GEALANGGANG OLAHRAGA UNIVERSITAS ALMUSLIM



PERENCANAAN ARENA GEALANGGANG OLAHRAGA 
KABUPATEN BIREUEN








                                                                    
        
Latar Belakang
   Olahraga merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan manusia untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Setiap orang melakukan kegiatan olahraga tidak hanya karena alasan kesehatan. Alasan lain yang mendorong sesorang untuk berolahraga yaitu karena olahraga merupakan kegiatan yang menghibur dan menyenangkan di tengah kesibukannya. Prestasi melalui kegiatan olahragapun menjadi suatu alasan sesorang menekuni olahraga. Pemerintah bahkan menjadikan olahraga sebagai pendukung terwujudnya manusia Indonesia yang sehat dengan menempatkan olahraga sebagai salah satu arah kebijakan pembangunan yang dituangkan dalam Tap MPR No.IV/MPR/1999 (GBHN) yaitu menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup.


Bireuen adalah salah satu  kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki prestasi yang cukup baik dalam bidang olahraga. Dalam perkembangannya, minat masyarakat di Bireuen terhadap perkembangan dunia keolahragaan sangat baik. Hal ini dapat ditunju
kan dengan banyaknya klub-klub atau kelompok-kelompok olahraga di Bireuen. Prestasi atlet-atlet Bireuen juga telah mampu mencapai tingkat nasional. Melalui prestasi yang diraih dalam bidang olahraga, sebuah kota memiliki kebanggaan tersendiri. Dukungan dari pemerintah akan sangat mempengaruhi prestasi yang akan dicapai oleh atletnya. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga yang baik tentunya akan meningkatkan prestasi para atlet daerah. Peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga ini sendiri tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas olahraga di Bireuen. Bahkan terjadi kecenderungan menurunnya kualitas fasilitas olahraga karena kurangnya perawatan. Minimnya fasilitas olahraga menjadikan kelompok-kelompok olahraga tidak tertampung kegiatannya. Mereka berlatih atau berolahraga dengan fasilitas yang seadanya atau fasilitas yang sangat sederhana. Hal tersebut tentunya akan sangat menghambat perkembangan olahraga di Bireuen, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Para atlet, klub maupun penggemar olahraga pasti memerlukan wadah atau tempat yang representatif dimana mereka dapat melakukan aktivitas-aktivitas berolahraga seperti berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi. Karenanya muncul sebuah ide untuk menyediakan sebuah fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut dalam satu lokasi yang terpadu dalam bentuk sebuah kompleks gedung olahraga.
 Dari uraian di atas, Bireuen  memerlukan sebuah wadah baru untuk menampung kegiatan-kegiatan olahraga masyarakatnya. Dengan adanya pembangunan gedung olahraga baru yang lebih terpadu, masyarakat Bireuen mampu memenuhi kebutuhan akan fasilitas olahraga sebagai tempat berlatih untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi serta sebagai upaya pemberdayaan kawasan Bireuen.
   Manfaat berolah raga selain olahraga membuat peredaran darah menjadi lancar, dapat menurunkan kolesterol karena membakar lemak dan kalori juga mengurangi risiko darah tinggi dan obesitas. Bahkan menurut Daniel Landers, seorang profesor pendidikan olahraga dari Arizona State University menemukan manfaat lain olahraga untuk otak manusia.
Permasalahan
Adapun permasalahan yang kiranya akan muncul dalam perencanaan pembangunan gelanggang olahraga tertutup ini adalah sebagai berikut :
1.      Kurangnya fasilitas Olahraga yang memadai  di Kabupaten Bireuen untuk mengatasi event-event olahraga jika diadakan di kabupaten bireuen.
2.      Minat masyarakat yang begitu tinggi terhadap Olahraga, namun tidak seimbangnya fasilitas Olahraga yang ada untuk pendidikan masyarakat Kabupaten Bireuen.
Tujuan dan Manfaat
1.3.1.      Tujuan
Perancangan arena gedung olah raga di Kabupaten Bireuen bertujuan untuk meningkatkan fasilitas olaharaga yang memadai dan berkualitas baik, agar dapat digunakan untuk pendidikan dan acara event olahraga jika diadakan dikabupaten bireuen. Bangunan gelanggang olahraga ini juga dibuat agar masyarakat dapat lebih menggemari olahraga dan dapat meluangkan waktu untuk berolahraga. Di harapkan dengan adanya gelanggang olahraga ini, maka masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik dalam melakukan berbagai kegiatan olahraga dengan menggunakan fasilitas yang disediakan.

1.3.2.      Manfaat
Manfaat Perancangan Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Bireuen
1.        Memudahkan masyarakat yang ingin meningkatkan pendidikan dibidang olah raga.
2.        Mengangkat kota Bireuen jika menjadi tuan rumah acara even olahraga.
3.        Meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bireuen.
4.        Memiliki fasilitas Olahraga yang layak dan cukup luas. 


Definisi / Pengertian Objek Perancangan
Gedung Olaharaga umumnya disebut dengan ”Gelanggang”, merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, biasanya istilah gelanggang dipakai untuk sebuah tempat untuk cabang olahraga. Seperti : Gelanggang Renang, Gelanggang Futsal dapat juga sebagai tempat berkumpulnya sebuah kegiatan. Seperti : Gelanggang Remaja. Istilah gelanggang ini memiliki kesan luas, dan sering terjadinya suatu kegiatan.
            Gelanggang harus memiliki lebih dari sekedar penyediaan wadah saja, karena jika tidak memiliki fungsi tambahan lain yang dapat mendukung maka tidak bisa disebut gelanggang.Gelanggang seharusnya memiliki fasilitas atau penyediaan untuk memenuhi kegiatan lain yang mendukung atau berhubungan dengan fungsi utama bangunan, maka dari itu dinamakan sebuah gelanggang.Gelanggang lebih bersifat jamak atau menunjukan arti lebih dari satu, pengertian ini  bersifat sebuah tempat yang menyediakan lebih dari satu kegiatan atau fungsi yang mengacu pada kegiatan utama.
Gelanggang bersifat spesifik dan khusus, yaitu tidak menampung kegiatan diluar dari batasannya. Dan biasanya memiiki nama yang langsung menggunakan kata sesuatu fungsi kegiatan utama.

5
Misalnya : Gelanggang tinju, hanya menampung kegiatan tinju saja danmenampung kegiatan yang lain yang berhubungan dengan tinju seperti, ruang tekniknya, ruang kesehatannya, dan bukan arena tinju saja.
Gelanggang olahraga atau yang biasanya disebut dengan GOR, bahwa sifat GOR ini memiliki ciri tersendiri atau identik dengan bangunan yang memiliki bentang lebar.
Studi Literatur Objek Yang Dirancang
Berdasarkan Rancangan Repelita IV ( 1983 / 1984 – 1988 / 1989 ), Olahragadapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi, antara lain berdasarkan: 
Klasifikasi olahraga berdasarkan tujuan kegiatan olahraga, antara lain
adalah :
  1. Olahraga Prestasi
Kegiatan olahraga dilakukan secara teratur, rutin, dan intensif dengan tujuan untuk mendapatkan keterampilan kemahiran yang lebih tinggi.
2.      Olahraga Pendidikan 
Kegiatan olahraga yang terutama ditujukan bagi para Siswa dan diadakan pada Sekolah – sekolah dengan tujuan – tujuan untuk membentuk jasmani dan rohani yang sehat.
3.      Olahraga Khusus
Olahraga yang dikhususkan bagi orang yang menyandang cacat tubuh, kelainan pertumbuhan dan lemah kesehatannya.
4.      Olahraga Massa
Olahraga yang melibatkan Masyarakat banyak dan bertujuan untuk pemassalan olahraga.
5.      Olahraga Rekreasi
Olahraga yang bertujuan untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan bermain tanpa menuntut suatu prestasi.
6.      Olahraga Tradisional
Olahraga biasanya dilakukan dalam rangka Perayaan – perayaan tertentu  dengn tujuan meramaikan suasana.
Berdasarkan cabangnya, Olahraga dapat dibagi menjadi beberapa cabang, antara lain adalah :
  1. Atletik adalah jenis olahraga yang  menggunakan tenaga otot dan lebih mengutamakan ketangkasan dan kecepatannya. 
  2.  Senam adalah cabang olahraga yang mengutamakan gerakan – gerakan badan yang ditunjang dengan ketangkasan, keuletan, kelincahan serta latihan keseimbangan yang dinamis dan kelenturan tubuh.
  3.  Permainan adalah cabang olahraga dimana hampir seluruhunsur gerakan tubuh manusia dipergunakan.
Berdasarkan ruang kegiatannya, Olahraga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain adalah :
1.      Olahraga in – door yaitu dimana cabang olahraga yang dimainkan dapat dilakukan di dalam ruangan saja dan tidak memerlukan tempat yang terbuka.
Contohnya : bilyard, tenis meja, squash, senam,  fitness,dan sebagainya.
2.      Olahraga out – door yaitu dimana cabang olahraga yang dimainkan hanya dapat dilakukan diluar ruangan dan membutuhkan tempat yang terbuka.
Contohnya : Golf, lari, lompat jauh, voli pantai, sepak bola,
pacuan kuda, kasti / softball, dan sebagainya.
3.      Olahraga semi in – door dan out – door yaitu dimana cabang – cabang olahraga yang dimainkan dapat dilakukan didalam atau diluarruangan.
Contohnya : bola basket, renang, badminton, voli, dan
sebagainya.
Berdasarkan tempat melakukan kegiatan, olahraga dibedakan menjadi:
1.      Lapangan rumput seperti Sepakbola,golf
2.      Lapangan tanah dengan pengerasan seperti Bola basket, badminton, dan sebagainya.
3.      Lapangan es seperti Ice skating          
4.      Lapangan air seperti gantole, terjun payung dan sebagainya.
Klasifikasi Jenis Aktifitas Olahraga
            Olahraga tim atau olahraga lapangan yaitu olahraga yang dimainkan olehbeberapa orang sebagai kesatuan tim dan menggunakan lapangan yang cukup besar.
Contoh : Sepak bola, Baseball, Bola basket, Bola voli,Hockey lapangan, dsb.
            Olahraga individual atau berpasangan yaitu olahraga yang dapat dimainkan secara perorangan ataupun berpasangan yang dapat dibedakan atas :
1.      Olahraga beraket seperti : tennis lapangan, bulutangkis, squash, tennis meja, dsb.
2.       Olahraga akuatik seperti : renang, menyelam, ski air, polo air, selancar, dsb.
3.      Olahraga individu seperti : panahan, bowling, bersepeda, golf, senam, roller skating, angkat berat, dsb.
a.       Olahraga beladiri seperti : karate, judo, taekwondo, dsb.
b.      Olahraga yang berhubungan dengan lingkungan seperti : panjat tebing, mendaki, dsb.
Permainan Rekreasional yaitu olahraga yang dijadikan dasar permainan bersifat rekreasi.
a.       huffleboard, deck tennis, box hockey, dsb.
b.      Permainan baru dan permainan yang lebih kompetitif.
c.       Permainan dengan organisasi kecil.
d.      Aktifitas kebugaran ( Lari dan jogging ).
Landasan Teori Gelanggang Olahraga
Menurut Buku Standar Tata Cara Perencanaan Teknik BangunanGedung Olahraga yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Gelanggang Olahraga dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :                                                
a.       Gelanggang Olahraga Tipe A adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya melayani wilayah Propinsi / Daerah Tingkat I.
b.      Gelanggang Olahraga Tipe B adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya melayani wilayah Kabupaten.
c.       Gelanggang Olahraga Tipe C adalah Gelanggang Olahraga yang dalam penggunaannya hanya melayani wilayah Kecamatan.

 Tabel I Jumlah Penonton Gedung Olahraga
Klasifikasi Gedung Olahraga
Jumlah Penonton ( jiwa )
Tipe A
3000 - 5000
Tipe B
1000 - 3000
Tipe C
Maksimal 1000

Sumber : Standar SNI 03-3647-1994
(Tata cara perencanaan teknik bangunan gedung olahraga)
Sasaran
Sasaran yang dituju pada pembahasan ini lebih di tekankan pada kegiatan para masyarakat dalam melakukan kegiatan olahraga, diantaranya:
1.      Penampilan Bangunan
Penampilan bangunan meliputi desain bangunan gelanggang olahraga bagi para masyarakat yang memiliki kesan kokoh dan dibantu dengan system struktur dan elemen-elemen lainnya.
2.      Penampilan Teknologi
Penampilan Teknologi meliputi penggunaanstruktur bentang lebar guna mencapai fleksibilitas dan penampilan fasade bangunan itu sendiri.
3.      Penampilan Manusia
Penampilan manusia meliputi pencahayaan, temperatur, keamanan, kemudahan dalam servis dan sirkulasi manusia.Penampilan Bangunan Dalam mendesain bangunan gelanggang olahraga, tema yang dipilih harus sesuai dengan fungsi bangunan itu sendiri. Dengan mengekspresikan struktur maka akan tercipta bangunan yang berkesan kuat, kokoh sertamegah.
4.      Penampilan Ekonomi
Dalam merancang bangunan gelanggang olahraga, pertimbangan faktor ekonomi juga sangat berpengaruh pada fasad bangunan, karena pada saat perencanaan dan perancangan suatu bangunan harus dihitung dari segi biaya juga. Sehingga tidak terjadi kekurangan dana, karena hal ini dapat berpengaruh pada penampilan eksterior dan interior bangunan itu sendiri.












                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        
e.      

Komentar